PC Kentang Tapi Ingin Main Game? Ini 9 Cara Optimalkan Windows Biar Lebih Ngebut

PC Kentang

Punya PC atau laptop dengan spesifikasi pas-pasan bukan berarti kamu harus menyerah dari dunia gaming. Di Indonesia, istilah “PC kentang” sudah jadi lelucon sekaligus kenyataan bagi banyak gamer. RAM 4 GB, HDD lama, prosesor generasi lawas—tapi keinginan main game tetap membara.

Kabar baiknya, performa gaming tidak hanya ditentukan oleh hardware. Windows yang tidak dioptimalkan sering kali menjadi “biang kerok” kenapa game terasa patah-patah, lama loading, atau bahkan force close. Dengan beberapa pengaturan sederhana, kamu bisa memeras potensi maksimal dari PC kentangmu agar lebih layak diajak bermain.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis mengoptimalkan Windows supaya PC terasa lebih ringan dan game berjalan lebih lancar.

1. Matikan Program Startup yang Tidak Perlu

Salah satu penyebab utama PC terasa berat adalah terlalu banyak aplikasi yang berjalan otomatis saat Windows menyala.

Caranya:

  1. Tekan Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager
  2. Masuk ke tab Startup
  3. Disable aplikasi yang tidak penting seperti:
    • Launcher yang jarang dipakai
    • Updater bawaan software
    • Aplikasi chatting yang tidak dibutuhkan saat gaming

Biarkan hanya yang benar-benar penting seperti driver audio atau antivirus ringan.

Semakin sedikit program yang berjalan di background, semakin banyak RAM dan CPU yang bisa dipakai game.

 

2. Kurangi Efek Visual Windows

Windows modern punya banyak animasi dan efek transparansi. Di PC high-end, ini tidak terasa. Tapi di PC kentang, efek visual bisa memakan resource yang seharusnya dipakai game.

Langkahnya:

  1. Klik kanan This PCProperties
  2. Pilih Advanced system settings
  3. Pada bagian Performance, klik Settings
  4. Pilih Adjust for best performance

Tampilan Windows memang jadi lebih “kaku”, tapi performa meningkat signifikan, terutama di laptop lama.

 

3. Gunakan Power Mode “High Performance”

Secara default, Windows sering memakai mode “Balanced” untuk menghemat daya. Ini bagus untuk baterai, tapi kurang ideal untuk gaming.

Masuk ke:

  • Control PanelPower Options
  • Pilih High Performance atau Ultimate Performance (jika ada)

Mode ini membuat CPU bekerja lebih agresif dan tidak terlalu menahan performa saat game berjalan.

 

4. Bersihkan Storage dan File Sampah

HDD atau SSD yang hampir penuh akan memperlambat sistem secara keseluruhan. Game jadi lama loading, bahkan bisa stutter saat streaming data.

Lakukan:

  • Hapus file yang tidak perlu (video lama, installer, dll)
  • Gunakan Disk Cleanup
  • Uninstall aplikasi yang sudah tidak dipakai

Jika masih menggunakan HDD, usahakan minimal ada ruang kosong 20–25%. Windows butuh ruang “napas” agar tetap responsif.

 

5. Update Driver VGA

Driver grafis yang usang bisa menyebabkan performa game buruk atau tidak stabil. Pastikan kamu menggunakan driver terbaru dari:

  • NVIDIA GeForce Experience
  • AMD Adrenalin
  • Intel Graphics Command Center

Driver terbaru biasanya membawa:

  • Optimasi untuk game baru
  • Perbaikan bug
  • Performa lebih stabil

Di PC kentang, perbedaan versi driver bisa terasa cukup signifikan.

 

6. Atur Prioritas Game

Saat game berjalan, kamu bisa memaksa Windows agar memprioritaskan game dibanding aplikasi lain.

Caranya:

  1. Jalankan game
  2. Buka Task Manager
  3. Klik kanan pada proses game
  4. Pilih Set PriorityHigh

Ini membantu game mendapatkan jatah CPU lebih besar, terutama saat banyak proses berjalan di background.

 

7. Gunakan Tools Pendukung

Ada beberapa tools ringan yang bisa membantu:

  • MSI Afterburner
    Untuk memantau FPS, suhu, dan penggunaan GPU/CPU.
  • Intelligent Standby List Cleaner (ISLC)
    Membersihkan RAM standby agar lebih lega saat game berjalan.
  • Razer Cortex / Game Booster
    Menutup aplikasi background otomatis saat gaming.

Gunakan seperlunya. Jangan terlalu banyak memasang tool “optimizer” yang justru membebani sistem.

 

8. Setting In-Game yang Realistis

Optimasi Windows akan percuma jika kamu memaksakan game berjalan di setting tinggi.

Prinsip dasarnya:

  • Turunkan resolusi (misalnya dari 1080p ke 720p)
  • Gunakan preset Low atau Medium
  • Matikan:
    • Motion blur
    • Shadow quality tinggi
    • Anti-aliasing berat
    • Post-processing berlebihan

Lebih baik bermain di 40–60 FPS stabil daripada grafik cantik tapi patah-patah.

 

9. Pertimbangkan Upgrade Kecil yang Berdampak Besar

Kalau ada sedikit budget, upgrade berikut sangat membantu:

  1. Tambah RAM ke 8 GB
    Dari 4 GB ke 8 GB efeknya sangat terasa.
  2. Ganti HDD ke SSD
    Windows lebih cepat, loading game jauh lebih singkat.

Upgrade kecil ini sering terasa seperti “ganti PC baru” bagi pengguna PC kentang.

Sebagai tambahan, kamu juga bisa membangun kebiasaan perawatan agar performa PC kentang tetap stabil dalam jangka panjang. Banyak gamer hanya mengoptimalkan sekali, lalu lupa bahwa Windows adalah sistem yang terus “bertumbuh” seiring waktu—update, cache, dan aplikasi baru akan perlahan menggerogoti performa.

Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa kamu terapkan:

  • Restart PC secara rutin
    Jangan biasakan menyalakan PC berhari-hari tanpa restart. RAM yang “kotor” dan proses yang menggantung bisa membuat game terasa makin berat dari waktu ke waktu.
  • Hindari multitasking saat gaming
    Tutup browser, Discord berlebihan, dan aplikasi editing. PC kentang tidak dirancang untuk multitasking berat sambil bermain game.
  • Periksa suhu perangkat
    Laptop lama sering mengalami thermal throttling. Jika suhu terlalu panas, performa otomatis diturunkan. Bersihkan kipas, ganti thermal paste bila perlu, dan gunakan cooling pad jika memungkinkan.
  • Jangan tergoda software “optimizer ajaib”
    Banyak aplikasi mengklaim bisa “melipatgandakan FPS dengan satu klik”. Kenyataannya, sebagian besar hanya menambahkan service baru yang justru membebani sistem. Lebih baik gunakan cara manual yang sudah terbukti.

Dengan kebiasaan ini, hasil optimasi yang kamu lakukan tidak hanya terasa hari ini, tapi juga bertahan dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, menjadi gamer bukan soal siapa yang punya PC paling mahal. Banyak pemain hebat tumbuh dari keterbatasan—bermain di resolusi rendah, FPS pas-pasan, tapi tetap menikmati setiap momen. Justru dari situ kita belajar memahami sistem, mengatur resource, dan menghargai setiap peningkatan kecil.

PC kentang mengajarkan satu hal penting: kreativitas dan penyesuaian lebih berharga daripada spesifikasi. Selama kamu mau mengutak-atik, mencoba, dan memahami perangkatmu sendiri, selalu ada cara agar game tetap bisa dinikmati.

Jadi, sebelum menyerah dan berkata “PC-ku terlalu lemah”, coba terapkan semua langkah di atas. Siapa tahu, mesin sederhana yang kamu anggap remeh itu masih punya tenaga tersembunyi untuk menemani petualangan gaming-mu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *